Rabu, 16 April 2014

Kedudukan Sistem Operasi Pada Komputer



Sistem Operasi atau Operating System berfungsi sebagai pengatur kerja komputer selama komputer bekerja serta sebagai penghubung antara computer dan pengguna. Pada dasarnya system operasi merupakan fondasi dari terpakainya semua program aplikasi yang ada di dalamnya. Selain berfungsi sebagai penyedia layanan, system operasi juga mengelola seluruh sumber daya system computer. Apabila digambarkan secara lengkap, maka kedudukan sistem operasi pada komputer adalah sebagai berikut :
Program Booting Access
BIOS
Operating System (DOS, Windows, OS/2, Linux, dan lain-lain)
Application Program (Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft Access, dan lain-lain)
 





                                                Posisi Operating System
a.    Booting, merupakan proses untuk menyalakan kembali perangkat komputer dimana apabila computer tersebut dihidupkan, maka file-file yang akan menjalankan system operasi mulai dieksekusikan. Proses Booting dibedakan menjadi 2 cara yaitu sebagai berikut :
1.     Cold Boot, yaitu proses booting yang dilakukan dari keadaan computer mati dengan cara menekan tombol Power.
2.    Warm Boot, yaitu proses booting yang dilakukan pada waktu computer dalam keadaan hidup. Dilakukan dengan menekan tombol Reset atau dengan menggunakan kombinasi tombol Ctrl+Alt+Del pada keyboard secara bersamaan.
b.    BIOS, merupakan bagian dari system operasi yang digunakan untuk mengidentifikasi program dan memberi instruksi untuk hardware yang ada pada computer. BIOS memiliki sifat sebagai berikut :
1.     Mengatur konfigurasi dasar pada computer.
2.    Menjalankan system operasi.
3.    Mengidentifikasi dan pengujian terhadap perangkat keras yang terdapat pada computer.
Untuk melihat tampilan BIOS, maka pada saat computer dihidupkan dan melakukan setting konfigurasi, tekan tombol Del atau Delete pada keyboard. Setelah itu, akan muncul tampilan BIOS seperti berikut :
  -  Standard CMOS Features
   - Advanced BIOS Features
   - Advanced Chipset Features
   - Integrated Peripherals
   - Power Management Setup
   - PnP/PCI Configurations
   - H/W Monitor
Load Optimized Defaults             Set User Password                    Save & Exit Setup                    Exit Without Saving
  Esc : Quit           F10 : Save & Exit Setup                        : Select Item
                                 Time, Date, Hard Disk Type ...

Keterangan :                                                                                    
-      Standard CMOS Features : untuk setting standar pada computer misalnya tanggal, waktu, jenis harddisk, disk drive, dan monitor.
-      Advanced BIOS Features : untuk mengetahui informasi dari system yang dipakai dalam computer.
-      Advanced Chipset Features: untuk mengecek hardware seperti RAM, USB, modem, sound card, dan lain-lain.
-      Integrated Peripherals : untuk melakukan setup semua perangkat yang mendukung kinerja computer.
-      Power Management Setup : untuk mengatur Power yang terdapat pada computer.
-      PnP/PCI Configurations    : untuk mengidentifikasi PnP atau PCI yang terpasang dalam CPU.
-      H/W Monitor : untuk melihat temperature dalam CPU, kecepatan fan (kipas) dalam CPU, dan lain-lain.
-      Load Optimized Defaults : untuk menggunakan standar optimal setting.
-      Set User Password  : untuk membuat password pada BIOS.
-      Save & Exit Setup : untuk menyimpan perubahan setting sebelum keluar dari BIOS.
-      Exit Without Saving : untuk keluar dari BIOS tanpa menyimpan perubahan setting yang dilakukan.
        Cara mengoperasikan BIOS adalah menggunakan anak panah yang terdapat pada keyboard. Pilih salah satu setup yang ada dengan panah naik atau turun, tekan tombol Enter, maka akan muncul menu selanjutnya dengan beberapa pilihan setting di dalamnya.

c.    Operating System, merupakan perangkat lunak untuk mengendalikan dan mengoordinasi kegiatan dari system computer. Beberapa contoh system operasi yang digunakan Antara lain sebagai berikut :
1.   DOS (Disk Operating System)
DOS merupakan system operasi yang dibuat pertama kali tahun 1981 oleh perusahaan Microsoft. DOS memiliki antarmuka berbasis CLI (Command Line Interface), sehingga saat ini jarang orang menggunakan system operasi ini. Versi pertama system operasi DOS dibuat dalam bentuk disket. DOS itu sendiri merupakan system operasi dasar yang selalu ada pada Windows.
Fungsi system operasi DOS antara lain untuk mengatur memori, mengatur proses input dan output data, manajemen filedan direktori, mengorganisasikan atau mengendalikan kegiatan computer, dan lain-lain. Keunggulan dari system operasi DOS adalah system operasi ini mampu menyelesaikan beberapa troubleshooting pada hardware computer. Kelemahan dari DOS selain memiliki tampilan antar muka berbasis teks (CLI), DOS juga memiliki keterbatasan dalam hal pengoperasian karena sifatnya yang hanya dapat digunakan oleh satu pengguna (single user), dan hanya dapat melakukan satu pekerjaan (single tasking).
Contoh system operasi DOS antara lain : MS-DOS, IBM PC-DOS, DR-DOS, Novell Personal NetWare, Caldera DOS, dan FreeDOS.

2.  IBM OS/2
Sistem operasi IBM OS/2 dibuat oleh International Bussiness Machine Corporation dan Microsoft Corporation, untuk digunakan pada computer IBM sebagai pengganti system operasi DOS.
Kata OS/2 singkatan dari Operating System/2. System operasi ini di desain agar dapat menggunakan kemampuan penuh dari mikroprosesor Intel 80286, termasuk di antaranya modus terproteksi (protected mode), mampu menjalankan tugas secara simultan. Serta mendukung memori virtual dengan tetap mempertahankan kompatibilitas dengan banyak perangkat lunak MS DOS yang beredar saat itu.

3.  UNIX
UNIX merupakan system operasi yang diciptakan oleh Ken Thompson dan Dennis Ritetie, dikembangkan oleh AT & T Bell Labs pada tahun 1970-an.
Sistem operasi ini bisa digunakan untuk melakukan koneksi antar jaringan, baik sebagai server maupun workstation. Beberapa kemampuan yang dimiliki system operasi UNIX antara lain sebagai berikut :

a.    Multi-tasking, artinya system operasi ini dapat menjalankan banyak tugas sekaligus.
b.    Multi-user, artinya system operasi ini bisa diakses oleh banyak pengguna sekaligus.
c.    Memiliki portabilitas yang baik, sehingga bisa dipakai di beberapa platform system computer.
d.    Memiliki system file hierarki di mana pengguna dapat mengorganisasikan informasi atau data dalam bentuk yang mudah diingat dan diakses.

Keunggulan yang dimiliki system UNIX antara lain : multi-user dan multi-tasking, utility sederhana dengan kinerja tinggi, serta system file berbentuk hierarkis. Adapun kelemahannya adalah tampilan antar muka yang tidak menarik dan memori yang digunakan besar.
Di Indonesia system operasi UNIX dipakai sebagai server aplikasi. Contoh system operasi UNIX antara lain : Sun Solaris, HP UX, IBM AIX, BSD UNIX, Free BSD, dan lain-lain.

4.  LINUX
Linux merupakan system operasi varian dari UNIX yang dibuat pada tahun 1991 oleh Linus Benedict Torvalds. Linux pertama kali dibuat dengan tampilan antar muka berbasis teks (Command Line Interface/CLI), namun sekarang sudah tersedia Linux dengan tampilan  antar muka berbasis grafis (Graphical User Interface/GUI).
Keunggulan yang dimiliki oleh Linux antara lain :
a.    Linux merupakan system operasi yang bebas dan terbuka (open source), sehingga bisa digunakan tanpa biaya lisensi.
b.    Memiliki tingkat keamanan (security) yang tinggi dibandingkan dengan Windows.
c.    Software bisa diperbaharui setiap waktu.
Kelemahan dari system operasi Linux antara lain :
a.    Banyak pengguna yang belum terbiasa dengan Linux.
b.    Dukungan perangkat keras dari vendor-vendortertentu yang tidak terlalu baik pada Linux.
c.    Proses instalasi software aplikasi tidak semudah di Windows.
Contoh system operasi Linux antara lain : SuSe, Debian, RedHat, Slackware, Mandrake, Knoppix, dan lain-lain.

5 komentar: